Pasangan Sejati

Apa Saja Tips untuk Mengabadikannya?

Katanya cinta itu butuh pengertian. Katanya cinta itu sejalan dan sepenanggungan. Katanya pula cinta itu bagaimana bisa merasakan saat jatuh dan bangun serta berjaya bersama-sama. Tapi ternyata teori tersebut tak selalu mudah untuk dilaksanakan. Apalagi bila pasangan Anda atau Anda sendiri kurang begitu mengerti apa isi hati si dia. Walau dia sudah menjadi milik kita dan bisa mengerti apa kelebihan dan kekurangan kita….tapi hanya sebatas itukah?

Tak sedikit dari kita kurang peka apa yang menjadi dan dibutuhkan kekasih pada saat-saat tertentu. Alhasil, ada beberapa dari Anda yang harus mengalami putus cinta tanpa mengerti sama sekali apa sebabnya. Artikel ini memberi pandangan yang berbeda tentang apa yang harus dilakukan untuk pasangan Anda pada waktu dan keadaan tertentu.

Berikut beberapa hal yang mungkin bisa Anda pertimbangkan agar bisa mengawetkan hubungan kalian.

Ketika Pasangan Anda Emosi/Ngambek
Cara terbaik menghadapi situasi ini yakni dengan mengalah. Pasalnya bila ada api di situ juga harus ada air. Lebih baik Anda mengalah dan berusaha untuk tetap berkepala dingin (kecuali kalau dia Anda marah-marahnya sampai dengan banting-banting barang atau mulai kasar). Biarkan dia puas mencurahkan semua emosinya, nanti kalau sudah habis, dia pasti akan tenang kembali.

Sebagai pasangannya, seharusnya kita harus lebih mengerti dia. Siapa tahu dia marah-marah karena kesal telah melakukan kesalahan di kantor yang mengakibatkan bosnya marah-marah. Saat-saat seperti ini dia sebenarnya sangat butuh Anda. Anggap saja marah-marahnya sebagai cara dia curhat kepada Anda. Kalau marahnya sudah reda, dia akan menganggap kita sebagai pasangan yang mengerti sedunia. Dia juga takkan rela untuk meninggalkan Anda sendirian.

Ketika Pasangan Anda Bersama dengan Teman-temannya 
Pasangan yang mengerti adalah pasangan yang mau mengetahui kapan kekasihnya butuh Anda dan kapan ia harus bersosialisasi. Jadi jangan pernah meregek-rengek untuk mememinta ditemani ketika dia sedang bersama dengan teman-temanya. Ambil sisi positifnya. Misalnya saja dengan cara berteman dia akan banyak punya informasi mengenai lowongan pekerjaan baru. Atau dia bisa meluaskan bisnisnya. Toh sebagai seseorang yang menyadari punya kekasih, ia akan selalu ingat Anda dan tidak enak bila lebih banyak meluangkan waktu bersama dengan teman-temannya.

Ketika Pasangan Sibuk dengan Hobinya
Setiap orang punya hobi berbeda. Bahkan tak sedikit wanita yang merasa menjadi wanita kedua setelah hobinya tersebut. Tak sedikit pula yang menganggap hobi-hobi mereka sangat membosankan karena memang biasanya bertentangan jauh dengan dunia wanita. Tapi apa kita harus melarang mereka melakukan hobi-hobinya tersebut?

Padahal bila diteliti, mereka juga binggung dengan hobi yang dimiliki kaum wanita seperti berbelanja yang dianggap mereka juga membosankan. Kalau sudah begini, kenapa kita harus marah-marah? Kita tidak boleh egois soalnya kita juga igin menikmati hobi kita sendiri. Lagipula, siapa tahu hobinya itu berlanjut dan bisa menghasilkan uang. Lumayankan?

Ketika Pasangan Ada Acara Keluarga
Kebanyakan kaum wanita selalu membuat pria menentukan mana yang menjadi pilihannya, keluarga atau dirinya. Hal ini dilakukan saat Anda ingin agar dia menemani Anda ketika ia harus ada acara keluarga. Padahal persaingan ini hanya memakan waktu saja. Anda sendiri juga punya keluarga dimana menjadi tempat yang terpenting. Kalau sudah begini apa pentingnya membuat persaingan.

Anda juga tak perlu marak kalau Anda jarang sekali dilibatkan dalam perjamuan dan pertemuan di keluarganya. Bisa jadi hal ini karena ia ingin lebih mendalami Anda baru ditemukan dengan keluarga. Sebaiknya kalaupun tidak jadi, Anda tak perlu terlalu malu. Ada baiknya tidak terlalu dekat dengan keluarganya terlebih dahulu sebelum hubungan Anda benar-benar serius. Ini agar tidak ada perasaan nggak enak kalau suatu saat hubungan Anda tidak bisa dilanjutkan lagi.

Kalau Dia Lagi Down
Ada saatnya manusia berada diatas ada saatnya berada dibawah. Saat dibawah inilah peran Anda sangat penting untuk membangun semangat dan harapannya. Cari cara untuk menghiburnya dengan tepat. Misalnya mengajaknya jalan-jalan dan bersenang-senang unuk melupakan masalah dan kesedihannya. Cara seperti ini adalah cara yang paling efektif karena pria selalu ingin pasangan yang bisa membantu dan mendorongnya, bukan hanya bisa diajak senang-senang.

Walau mereka cenderung berpikiran lebih rasional, namun ada kalanya emosi mereka pun keluar dan tak rasional lagi. Disinilah peran Anda untuk membantunya berpikir jernih kembali.

Kalau Dia Lagi Sakit
Banyak orang yang bilang kalau wanita jauh lebih tahan sakit dibanding pria, karena itulah pria kalau sakit pasti lebih manja dibandingkan wanita. Mungkin juga, tapi pasti semua orang yang sakit memang butuh perhatian. Kalau sudah begini Anda harus sabar-sabar menghadapinya. Toh kalau dia sembuh dia akan lebih mengerti Anda karena selama sakit merasa lebih banyak ditemani dan dibantu. Ini sedikit banyak akan menguatkan cinta kalian.

Cinta Yang Baru

Bagaimana Kiat Menemukannya?

Dalam suatu hubungan asmara, menaruh kepercayaan kepada pasangan jelas merupakan hal mutlak. Apalagi bagi wanita, mereka lebih membutuhkan rasa percaya dan dipercaya oleh pasangannya ketimbang pria.

Tapi apa yang Anda lakukan ketika kepercayaan Anda dinodai? Membenamkan diri dalam kesedihan, menyesali diri karena terlalu percaya pada mulut pasangan Anda, atau, terus mengibarkan bendera permusuhan pada tiap lawan jenis Anda?

Seperti kejadian yang dialami oleh Adryan, 27 tahun. Ia sudah tiga tahun menjalin hubungan asmara dengan Sheila, 25 tahun. Tiba-tiba Sheila memutuskan hubungan mereka sebulan yang lalu dan dua bulan kemudian dinikahi pria lain. Kejadian ini membuat Adryan shock berat. Sulit baginya untuk menerima kenyataan bahwa Sheila, mantan pacar yang masih sangat dicintainya tak lama setelah putus dengannya menikah dengan pria lain. Padahal Sheila dulu sering meyakinkan Adryan kalau ialah tempatnya melabuhkan cinta kasihnya terakhir.

Apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur - wanita yang paling disayanginya, yang telah lama mengisi hatinya, itu ternyata seorang pengkhianat besar. Meski Adryan dapat membendung air matanya, tak urung kemarahannya meluap juga. Tak hanya pekerjaan dan hubungannya dengan orangtua dan saudara-saudaranya yang menjadi korban, kini ia merasakan tidak nyaman lagi bila berkumpul dengan teman-temannya.

Adryan langsung murung dan memasang muka dendam ketika ia tak sengaja mendengar lagu favorit Sheila yang biasa dinyanyikan untuk menghibur hatinya. Begitu juga saat melihat seorang wanita berambut ikal panjang tergerai, membuat ingatannya langsung menuju pada sang mantan yang kini sudah menjadi isteri orang. Hal seperti itu yang sering membuatnya menggerutu, marah-marah, dan kadang mengumpat kesal. Repotnya lagi, Adryan menganggap kalau semua wanita itu tabiatnya sama seperti Sheila - munafik, pengkhianat, dan tak bisa dipercaya. Bahkan tak jarang terbesit di benaknya untuk mempermainkan dan menyakiti hati tiap wanita supaya sakit hatinya terbalaskan.

Memang, di mana-mana putus cinta itu memang membuat hati pecah berkeping-keping, apalagi kalau kata "putus" itu karena adanya pihak ketiga - tapi lain halnya dengan putus karena hal yang sangat prinsipil di hati kita. Pengkhianatan seperti ini biasanya berpengaruh ke kehidupan percintaan selanjutnya. Padahal, tak seharusnya Anda kehilangan kedekatan dalam suatu hubungan cinta.

Lalu, apakah yang harus kita lakukan untuk melalui masa-masa sulit seperti ini? Dapatkah bayang-bayang si dia yang masih lengket di hati dihilangkan dan diganti dengan sosok baru yang lebih baik? Bisakah dendam dan sakit hati yang sudah berkepanjangan ini ditepiskan?

Jawabnya adalah, "BISA!". Kenapa Anda harus berlama-lama tenggelam dalam kesedihan sementara si dia sedang berbahagia dengan pilihannya tercinta. Sungguh tidak adil kalau Anda terus-terusan bersedih. Bahkan dalam keadaan seperti ini seharusnya Anda mampunyai pedoman, "Dunia itu tak selebar daun kelor", jadi Anda masih tetap kelihatan segar setelah putus, bahkan sampai mengetahui bahwa mantan pacar Anda menikah dengan orang lain. Katakan pada diri sendiri bahwa Anda pantas mendapatkan yang lebih baik, "I deserve better", dan selalu optimis bahwa Tuhan pasti akan memberikan Anda pasangan hidup yang lebih baik dari si mantan.

Nah, untuk Anda yang sudah hampir atau telanjur tenggelam dalam kesedihan akibat di"cerai"kan secara sepihak oleh pasangan. Simaklah beberapa tips berikut. Mungkin saja bisa menjadi masukan positif, sekaligus memotifasi agar kesedihan dan kemarahan Anda tak sampai berkepanjangan;

Belajar dari masa lalu.
Ada begitu banyak lelaki dan perempuan di sekeliling Anda, tapi mungkin tak banyak yang cocok untuk dijadikan teman hidup. Jika mungkin, ada baiknya beberapa tahun terakhir Anda sebagai seorang lajang dinikmati sepuas-puasnya. Sekalian menggunakan waktu tersebut untuk mencari tahu apa kesalahan hubungan sebelumnya sampai Anda ditinggal di tengah jalan. Temukanlah jawaban yang bisa membuat Anda lebih mantap untuk melangkah ke tahap selanjutnya.

Jangan sekali-kali membiarkan sejarah pahit itu terulang kembali. Apabila sekarang ini Anda sedang tak terlibat dalam hubungan asmara, akan lebih mudah lagi untuk membicarakan hal-hal yang tak Anda sukai dan hal-hal yang Anda benci. Jangan lupa untuk memperhatikan tingkah laku dan sifat Anda. temukan jawaban yang pasti mengenai siapa dan bagaimana sebenarnya pribadi Anda. Jika Anda sudah mampu menilai diri sendiri, akan lebih mudah bagi Anda untuk melihat orang lain.

Bertindak hati-hati.
Anda tidak perlu buru-buru mengejar target dan manjadikan hubungan berikutnya lebih mendalam dari hubungan yang sebelumnya, karena proses bercintaan tidak bisa dilakukan secara instant, jadi jangan samakan seperti makan mie instan.

Nikmati dan jalani saja dengan seadanya. Jangan sekali-kali mendorongnya kearah yang lebih mendekatkan satu sama lain, padahal Anda berdua belum siap. Ingat, hubungan yang dipaksakan dan terlampau cepat adalah awal dari kehancuran. Jadi, pelan-pelan saja.

Kadang kala seseorang memaksakan diri masuk kedalam suatu hubungan baru hanya karena terluka sebelumnya, dengan tidak memperhitungkan kesedihan akibat hubungan yang kandas sebelumnya. Paling tidak, "give yourself a break!", dibutuhkan sekurangnya setahun untuk memulai hubungan yang baru setelah Anda dicampakkan oleh pasangan yang tidak setia.

Ingatkan diri sendiri, betapa pentingnya memberikan keleluasaan waktu dalam hubungan cinta. Jika kekasih baru menghendaki segalanya berjalan cepat, pertimbangkan segala sesuatunya lebih cermat lagi. Tanyakan pada diri sendiri, "Apakah saya sudah siap dengan hubungan baru yang lebih mendalam?", jika belum saling mengenal, kenapa harus terburu-buru? Kalau belum, tidak ada salahnya untuk mencoba sendiri dulu. Kebebasan dan rasa tak terikat juga mampu memberikan kebahagiaan. Biarkan teman-teman Anda mengatakan kalau Anda "jomblo" yang disia-siakan mantan pacar. Optimis saja kalau Anda akan mendapatkan yang lebih baik dari dia.

Jangan membanding-bandingkan.
Ketika Anda mulai tertarik dengan sosok wanita/pria lain, jangan sekali-kali Anda membandingkannya dengan "mantan" Anda. Karena hal terburuk yang dilakukan seseorang dalam membina hubungan baru adalah mengontraskan. Bila niat Anda mencari mengganti kekasih yang telah pergi, Anda tidak akan menemukannya. Ingat! Yang Anda butuhkan bukan pengganti yang "sejenis", melainkan sebuah hubungan baru yang dapat membuat hidup Anda lebih baik. Anda dapat merasakan dicintai dan mencintai sepenuhnya.

Bisa jadi pacar baru Anda ini tak memiliki semua sifat baik yang dibutuhkan, namun bukan berarti Anda tak bisa memanfaatkannya untuk mengisi kekosongan hidup. Karena bagaimanapun, pria dan wanita diciptakan untuk mengisi satu sama lain. Jadi, tidak semua hal baik yang dimiliki mantan pacar manjadi hal mutlak yang juga harus dimiliki dan dipenuhi oleh "pendatang baru", bukan? Tidak ada salahnya mencari seseorang dengan karakter yang sangat bertolak belakang dengan mantan pacar; mulai dari penampilan, minat dan pandangan hidup, bahkan profesinya.

Jangan membuat masalah baru.
Sangat egois sekali bila Anda menganggap pacar baru Anda sama dengan si penghianat cinta - mantan pacar Anda itu. Karena tidak semua orang mau diperlakukan sama. Berilah ia kesempatan memperlihatkan jati dirinya. Memang tidak mudah, apalagi bagi Anda yang pernah patah hati. Pasti Anda akan terus dihantui oleh kecurigaan seperti itu kepada "calon" Anda.

Apakah Anda tahu apakah syarat untuk memulai sebuah hubungan baru? Syaratnya adalah menjaga tingkah laku dan bicara Anda. Ingat! Tiap orang dilahirkan dengan sifat yang berbeda-beda, walaupun ada beberapa yang mirip. Jadi, Anda tidak perlu membesar-besarkan masalah yang sebenarnya dapat dibicarakan dan ditanggulangi bersama.

Misalkan saja pacar Anda yang baru itu hobi nyanyi. Belum tentu sifat itu dimiliki oleh mantan pacar, maski mungkin sama-sama hobi nyanyi dikamar mandi. Tidak ada salahnya meminta si dia untuk memberikan vibrasi pada suaranya yang menurut Anda cukup merdu itu, jika itu memang membuat Anda lebih menghayati lagu yang dinyanyikannya, bila perlu ajari dia dengan sabar dan manis. Keterbukaan sangat diperlukan agar tidak menimbulkan kecurigaan yang tidak beralasan.

Yang terakhir adalah, melakukannya dengan cara yang berbeda.

Tidak ada salahnya mengubah rutinitas, misalnya, pergi ketempat-tempat baru yang bukan tempat kenangan Anda dengan mantan pacar. Kalau perlu, pindah kota atau pindah kerja ketempat baru, kalau mantan pacar Anda satu kantor dengan Anda. Mulailah jalani kehidupan baru Anda. tidak selalu pindah kantor atau menjauh dari mantan pacar Anda membuat orang lain berfikir kalau Anda seorang loser. Tidak, tidak sama sekali! Lakukan hal ini untuk kepentingan Anda dan pasangan baru Anda, dan jangan dengarkan suara-suara sumbang dibelakang Anda. Pikirkan saja keadaan yang terjadi pastinya akan lebih menggairahkan hidup dan kehidupan percintaan Anda.

Menemukan cara baru untuk melakukan sesuatu, akan membantu Anda menghentikan kenangan dan penderitaan masa lalu. Tidak ada salahnya memulai sesuatu yang berbeda dengan pasangan baru Anda. Pergi ke pantai, atau ke Puncak, misalnya, dan segala hal yang dulu amat tidak disukai mantan pacar. Cara-cara ini bisa menjadi suatu terapi dan obat yang mujarab untuk melupakan kisah cinta lama Anda yang pahit seperti kopi.

Tapi, yang paling penting adalah berusaha hidup santai (tapi jangan terlalu santai) dan jangan membebani diri dengan berbagai masalah. Nikmati kebebasan hidup Anda, jika Anda menginginkannya, atau, cobalah menjalin hubungan cinta yang baru tanpa terbebani oleh segudang harapan muluk dari diri Anda dan pasangan pilihan Anda, agar kegagalan yang lalu tidak terulang kembali. Just enjoy your life and forget the past!

Cinta Jarak Jauh

Bisa Dibuat Asyik Juga Lho!

Banyak yang tak kuat berlama-lama menjalin cinta jarak jauh. Berbagai alasan tentu saja menjadi hal yang sangat menguatkan pernyataan tersebut. Tapi sebenarnya asyik-asyik saja dilakukan dan ada kenikmatan tersendiri. Tapi kabarnya hal ini tak semudah dibayangkan. Perlu banyak pengorbanan. Tapi apapun yang namanya cinta, jelas pasti perlu pengorbanan.

Nah, biar cinta di antara Anda dengan dia yang tinggal nun jauh di sana tetap segar, perlu beberapa trik yang harus dijalani. Berikut di antaranya;

1. Jadikan jarak bukan suatu masalah
Pernyataan ini adalah hal pertama yang harus bisa dimantapkan dalam diri Anda dan pasangan. Tentu saja karena kemajuan teknologi sudah semakin canggih. Apa pun bisa dijadikan alat untuk mempertemukan Anda berdua. Misalnya saja dengan memanfaatkan media telepon atau internet. Intinya jangan lewatkan setiap saat untuk bisa berkomunikasi. Anda berdua juga jangan berkecil hati, pasalnya banyak kok, pasangan yang dekat dan sering ketemu namun bawaannya hanya berantem terus dan akhirnya putus! Jadi buat Anda yang kebetulan punya belahan hati, entah itu beda kota atau bahkan beda negera sekalipun, jangan khawatir. Justru dengan long distance ada kesempatan saling menguji diri dan memupuk rasa cinta.

2. Kepercayaan di atas segalanya
Kunci kesuksesan suatu hubungan adalah kepercayaan di atas segalanya. Dengan demikian Anda tidak akan berpikir macam-macam ataupun mencemburui apa yang sebenarnya tak pernah dilakukan pasangan Anda. Menduga-duga dan terus berpikiran negatif tentu akan makan hati. Makanya lebih baik memantapkan hati untuk terus percaya dan setia padanya. Akan tetapi hal ini tentu saja bila Anda kenal betul karakternya. Lain hal bila ternyata dia adalah tipe yang mudah berpindah ke lain hati. Yang pasti saling percaya bukan berarti langsung tutup mata.

3. Usahakan selalu berkomunikasi
Setia dan percaya bukan berarti menjarangkan untuk selalu keep in touch. Apalagi belakangan perkembangan teknologi semakin memudahkan segalanya. Anda bisa melihat tampang keren atau cantiknya pasangan Anda lewat webcam. Kualitas hubungan memang penting, tapi kuantitas juga perlu diperhatikan. Usahakan minimal punya waktu-waktu tertentu, untuk menghubungi atau dihubungi si dia.

4. Isi waktu kesendirian dengan hal bermanfaat
Diakui godaan yang terbesar bila punya kekasih yang jauh adalah bete saat sendirian. Apalagi bila malam Minggu tiba, di mana semua teman-teman sibuk berkencan ria dengan pasangan masing-masing. Kesepian dan juga iri tentu saja berkecamuk dalam diri. Kalau sudah begini, jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hubungan. Lebih baik Anda menenggelamkan diri pada segala kesibukan yang positif arahnya. Misalnya saja dengan ikutan klub ataupun kelompok-kelompok gaul. Kalaupun Anda harus menghadiri resepsi, tak ada salahnya mengajak adik atau teman dekat untuk menemani. Ingat lirik lagu yang dibawakan Ricky Martin dan Christina Aguilera, Nobody Want To Be Lonely.

5. Selalu kirim foto terbaru
Sebagai obat kangen, selain mengandalkan komunikasi juga nggak boleh lupa saling bertukar foto terbaru. Dengan begitu, selain tahu perkembangan dan perubahan rutinitas pasangan, Anda juga bisa tahu perubahan fisik yang dialami pasangan Anda. Jangan kaget kalau mendadak si dia berubah menjadi ndut! Tentu saja cara pengiriman foto juga akan lebih mudah lewat e-mail.

6.Saling berkunjung
Selain bertukar foto terbaru, yang tak boleh dilupakan adalah meluangkan waktu untuk bisa mengunjungi sang kekasih. Jangan terus-terusan berharap dia yang akan menjenguk Anda. Nggak masalah juga kok walau kamu cewek. Cari saat yang tepat, misalnya waktu libur panjang. Pasti, doi akan merasa surprised banget menyambut kedatanganmu.

Berantem Tak berarti putus!
Pacaran jarak jauh bukan jaminan nggak akan pernah mengalami saat-saat berantem. Mungkin saya si dia mendengar gosip macem-macem tentang Anda yang tidak benar. Salah-salah tentu saja setiap kali pembicaraan akan dipadati dengan luapan kemarahan. Kalau sudah seperti ini, jangan dulu emosi, apalagi langsung mencanangkan kata putus! Kamu berdua juga harus menyadari, mungkin dia dapat info dari orang yang salah. Atau juga mungkin karena saking kangennya sama Anda, akhirnya dia jadi punya pikiran yang mboten-boten.

Beri pengertian padanya, kalian sudah lama terpisah dan jarang bertemu. Jadi, kenapa nggak sesekali bertemu atau mengobrol tentang segala hal yang ingin sekali diketahui pasangan Anda. Sadari juga kemungkinan kalian sama-sama jenuh karena saling berjauhan dan nggak bisa curhat. Perlu diwaspadai juga, ada banyak "musuh" yang mungkin ingin melihat hubungan Anda berakhir. Yang pasti Anda harus waspada, namun tanpa melepas rasa percaya dan kesetiaan Anda.